Tari Tradisi Kab. Bener Meriah

Sekilas Sejarah Tentang Bener Meriah

Kabupaten Bener Meriah merupakan Kabupaten termuda dalam wilayah Provinsi Aceh, yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah, Berdasarkan undang- undang No. 41 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bener Meriah di Provinsi Aceh. Diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri tanggal 7 Januari 2004 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah.

Kata Bener kemungkinan berasal dari kata bandar  yang berarti kota, sedangkan Meriah berarti ramai/sejahtera (gemah ripah), sehingga Bener Meriah dapat memiliki arti Bandar (kota) yang ramai/sejahtera, Bener juga dapat berarti Benar sehingga dapat diartikan benar-benar ramai/sejahtera, Meriah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata Riah yang berarti ramai yang bersifat suka ria, atau upacara (kebesaran, kemuliaan, kemegahan, perayaan, berwarna, ceria, beragam, dan sebagainya). Bener Meriah juga sering dikaitkan dengan nama anak Raja Linge.

Bener Meriah memiliki posisi strategis berada di tengah-tengah Provinsi Aceh dengan Ibukota Redelong. Posisi geografis terletak pada 4o33’50”- 4o54’50” Lintang Utara dan 96o40’75”- 97o17’53” Bujur Timur. Batas wilayah Bener Meriah, Meliputi:

  1. Sebelah Timur     : Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Utara;
  2. Sebelah Utara     : Berbatasan dengan Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur;
  3. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten  Aceh Timur; dan
  4. Sebelah Barat      : Berbatasan dengan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tengah.

Dengan ketinggian rata-rata 100 – 2500 m dpl. Bener Meriah memiliki luas wilayah darat 1.972,71 km2 atau 197.271,31 Ha. Pada tahun 2010, secara administratif Bener Meriah memiliki 10 kecamatan yang terdiri dari 27 mukim dan 234 desa.

Sumber

https://www.benermeriahkab.go.id/ (Portal Resmi Kabupaten Bener Meriah)

Semua Tarian