Skip to content
Home » Informasi » Sarasehan Sastra Gayo ISBI Aceh di Takengon Soroti Peran Perempuan

Sarasehan Sastra Gayo ISBI Aceh di Takengon Soroti Peran Perempuan

TAKENGON – isbiaceh.ac.id – : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh Prodi Kajian Sastra dan Budaya mengadakan sarasehan di caffe Keni Gayo Takengon Senin, 5 Februari 2024.

Sarasehan yang melibatkan sejumlah tokoh dan penggiat sastra serta komunitas ini bertema “Napak Tilas Sastra dan Budaya Aceh I”, menghadirkan dua sastrawan Gayo yang berkapasitas dan telah berkarya antar lintas kota dan negara. Kedua narasumber tersebut adalah LK. Ara dan Salman Yoga S.

Ketua pelaksana Muhammad Tahir, M.S, ISBI Aceh Prodi Kajian Sastra dan Budaya menyebutkan, diantara output dari acara tersebut adalah agar mahasiswa mampu mengkorelasikan pembelajaran berbasis konsep di kampus dengan realitas di luar kampus terkait seni dan budaya, mahasiswa dapat mengkritik kondisi kesenian dan budaya berdasarkan diskusi yang terjadi.

Ditambahkan Output lainnya diharapkan dosen mampu membangun komunikasi di antara sastrawaan, budayawan dan seniman untuk membentuk jaringan kebudayaan.

Dosen mampu memetakan persoalan sastra dan budaya di masyarakat disamping mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan di bidang sastra dan budaya.

“Mahasiswa mampu merefleksikan pengalaman konstruktifnya bersama dengan seniman, sastrawan dan budayawan. Kunjungan ke sastrawan, budayawan, dan seniman dapat menambah wawasan kontekstual terkait dinamaki persoalan sastra dan budaya serta Dosen, mahasiswa dapat lebih memahami persoalan seni dan budaya secara tematik,” jelasnya.

Acara sarasehan turut diikuti oleh sejumlah komunitas sastra yang ada di Takengon. Diantaranya adalah Komunitas Sastra Bukit Barisan (KSBB), Forum Lingkar Pena (FLP), Forum Beru Gayo, The Gayo Institute, Guru dan penggiat sastra seperti Zuliana Ibrahim, Vaurina Valentine dan lain-lain.

Diantara topik dalam sarasehan yang sempat tercuat dalam acara tersebut adalah terkait pelaku dan peran perempuan Gayo dalam sastra dan sejarah kesenian di tanah Gayo.

Seniman dan sastrawan senior LK. Ara menyebutkan setidaknya ada beberapa tokoh sastra perempuan Gayo seperti Inen Pasa dari Kampung Telintang Pegasing, yang mendendangkan saer ketika pasukan berani mati Gayo hendak berangkat ke Medan Area saat Agresi Belanda pada tahun 1947.

Topik yang sama juga disampaikan oleh Salman Yoga yang menyebutkan bahwa perempuan Gayo mempunyai peran penting dalam dunia sastra dan kesenian umumnya. Ia menyebutkan untuk para ceh perempuan yang terkenal dimasanya diantaranya adalah Khadijah, Suryani, Ramlah, Rabumah, Sakdiah, Zuhra dan lain-lain.

Sementara pelaku dan penulis karya sastra perempuan Gayo dari yang senior hingga termuda diantaranya ada nama Mariam Kobat, Fatimah C, Vera Hastuti, Zuliana Ibrahim, Vauraria, Ine Salvani serta masih banyak lagi.

Jln. Transmigrasi, Gampong Bukit Meusara, Kec. Kota Jantho, Kab. Aceh Besar, 23911,, Aceh, Indonesia

Rektorat ISBI Aceh
Email : [email protected]
Telepon : +62 811-6891-581 (Call Center)
Fax : 0651-92023

Isi survei performa situs web

© 2022 Institut Seni Budaya Indonesia Aceh – Webmaster All Rights Reserved – Privacy and Copyright

Hari
Jam
Menit
Detik
Institut Seni Budaya Indonesia Aceh